Belajar dari cerita sapu Aisya

Akhir-akhir ini tugas saya sebagai kuli kantor sekaligus working mom rasanya sangat menyita energi, memang sudah tugas reguler dari organize team, mengolah data, mengecek hasil kerjaan banyak staf serta menganalisa laporan yang disajikan. Itu yang reguler saja, belum yang mendadak minta dijawab emailnya, komunikasi WA dan komunikasi verbal lainnya. Anehnya itu selalu saja dan bahkan hampir selalu datang bersamaan, rasanya mak blek, kata orang Jawa. Sampai akselerasi pun harus selalu ditambah, jika tidak seperti itu pasti keteter semua dan korbannya adalah saya sendiri pikiran capek sampai otot punggung sangat terasa tegang dan kaku. Lelah pikiran dan jiwa. Sebenernya sama sekali tidak berniat mengeluh atau apa, tapi ini yang benar-benar saya rasakan, ngiri melihat IBU RT bisa mejeng-mejeng berfoto cantik dengan senyum dan tawa tanpa beban apapun dan mengisi waktunya dengan sekedar hangout ngumpul-ngumpul dengan teman seperjuangan mengantar anak PAUD atau TK, arisan di cafe dan bisa merumpi berlama-lama, ketawa lepas sambil nyeruput jus dan foto-foto lagi. Kadang saya berpikir ini Ibu-Ibu hebat banget ya, bisa santai seperti tidak punya beban hidup apapun. Ah, apa saya nanti jika Aisya sudah PAUD bisa seperti ibu-ibu di cafe tadi, secara status sama-sama Ibu Pengantar anak PAUD. Kita lihat saja nanti,,,hihi.

Bukan itu, bukan itu yang saya ceritakan disini, tapi teringat kejadian sore kemarin setelah pulang kerja di rumah, lelah badan sudah pasti iya, tapi namanya kewajiban atau rutinitas sore adalah menyiapkan tetek-bengeknya untuk mandi adik Aisya, masih dengan memasak air dulu dan cuci botol-botol sekalian sterilisasi dan air panasnya untuk mandi, mengisi bak mandi dengan kitir-kitir air PDAM yang mengalir lembut dan tak pasti (debit alir air sangat kecil, bahkan untuk ngisi bak mandi bayi sepertiga bak butuh 15 menit sendiri). Masih harus lari-lari kejar-kejaran merayu mandi, sambil berlari si Aisya membawa toples plastik berisi gorengan kacang tunggak (bahasa Jawa, maaf lupa apa namanya, yo wes lah). Taraaaa,,,toples jatuh dan isinya tumpah berceceran di dalam kamar tidur, aduhhhh, pengen membentak, tapi katanya ilmu parenting yang baik untuk mendidik anak jadi patuh dan bertanggung jawab serta mandiri 20160709_101258bukan dengan bentakan tapi harus dengan kata dan ucapan tegas dan mendidik. Lalu saya pun berucap “tadi siapa yang jatuhin? Aisya sendiri kan? kalo gitu harus bertanggung-jawab dibersihkan sendiri dan disapu sendiri”. Saya pun ngeloyor pergi keluar kamar, beresin pensil warna dan kertas mewarnai yang berserakan. Ajaibnya, Aisya kecil keluar dan balik lagi dengan membawa sapu di tangan dan sudah berusaha menyapu. Tidak tega anak batita sudah berusaha menyapu sendiri karena kesalahannya. Langsung saya minta sapunya untuk membersihkan semuanya, dalam hati anakku ini pinter banget sudah paham dengan semua itu.

Memang si kecil Aisya ini suka banget meniru mamanya jika menyapu, selalu ikutan ambil sapu atau ambil cikrak (pengki), bahkan dipakai mainan didorong dan diseret karena akan mengelurkan suara berisik jika di halaman atau jalan paving. Bener banget ya, kata para psikolog anak jika anak kecil itu sebenarnya sudah paham dengan apapun yang kita bicarakan, meski mereka sendiri belum bisa mengungkapkan dengan kata-kata.

Saya ingin bicara jujur jika mendidik anak itu bukanlah hal yang gampang, teori parenting memang banyak sekali, mau buka di website, blog, buku dan acara seminar tentang parenting dengan biaya mahal tak akan menjamin itu bisa kita terapkan semua jika tak dibarengi dengan niat tulus dan kesabaran. Namun jika sudah lelah dan payah melanda badan ini, kadang emosi akan mudah tersulut. Kuncinya memang sudah jelas bisa kita pahami harus dengan ketulusan dan kesabaran, namun kadang kesabaran itu sudah lari meninggalkan kita, wadeh ini yang sulit, harus selalu belajar dan mengingat, ngadepi anak kecil itu kudu sabar, saya hanya bisa mengulang-ulang kalimat ini, tapi kadang lupa, maafkan Mama anakku jika khilaf. Saat si kecil tidur pulas sering kita sebagai orang tua melihat dengan melas, anak selucu ini kok kadang kita pengen emosi-in ya???,,,padahal banyak orang kalau melihat itu iri karena Aisya ini ngegemesin katanya, sudah gendut, gesit, suka senyum, tingkahnya lucu, tidak rewelan.

Selalu jaga tensi emosi mungkin dan memang kunci untuk bisa menjadi orang tua yang bisa mendidik generasi penerus menjadi lebih baik dari kita yang sekarang ini. Semoga selalu dijaga dan diingatkan selalu oleh Yang Kuasa akan amanah besar ini. Amiin.

Jum’at berkah kata status dalam profil banyak teman.

Happy weekend.

 

 

Advertisements

TIPS SEDERHANA AIR RADIATOR NYEMPROT

Sebelumnya Minal Aidzin wal faizin y sobat2ku,,,sudah lama tidak update dan menulis disini karena ada kesibukan berbagai macam hal.

Sekedar berbagai pengalaman ketika akan jalan jalan tipis semasa berLebaran 2017 kemarin. Maksud hati Ayah itu ngecek2 kondisi air radiator dan lain-lain, malah kelupaan nutupnya kurang rapat, cuma asal diulir aja belum 100 % fix. So, ada kejadian sedikit membuat bingung dan panik sebagian penumpang yang merasa aneh dengan kondisi AC yang sudah saya naikin levelnya tapi malah semakin panas saja seperti terkena angin panas dari oven (ini seh sekedar majas kali ye,,, xixi).

Semakin angin diputar semakin nak malah semakin panas, sampai-sampai menyerah, udah tidak usah pake AC, pake AC alami aja (angin cendela kaca mobil pun dibuka semua), tapi saya yang duduk di depan juga dari tadi merasa bingung ada air menyemprot dari mana asalnya warnanya pink gitu hanya di bagian samping kiri kaca depan mobil, tidak berpapasan dengan siapa pun di bagian kiri karena jalannya mobil juga lempeng tidak melanggar aturan LALIN, barangkali ada yang marah trus lempar ice cream atau apaan, pak supir juga kebetulan melototin itu dashboard ada lampu kelap-kelip merah tanda bahaya kali menurut kita waktu itu, karena berbentuk seperti gelombang tapi vertikal.

Demi keamanan kita berhenti menepi dulu dan sebelumnya menelpon rombongan mobil satunya, kebetulan banget pasti ada yang lebih memahami kondisi mobil secara ada Pak Dhe yang berprofesi sebagai supir berpuluh tahun. Beneran aja kap mobil dibuka, posisi tutup air radiator sudah tidak di posisinya, miring  dan lepas. Sesuai analisa Pak Dhe yang notabene supir berpengalaman, ini air radiator teleh keluar sebagian karena tekanan tinggi dan tutup yang kurang rapat pas menutupnya dan pak supir pun mengakui kalau sebelum berangkat sempat membuka,,,weleh-weleh,,,

Kita yang tidak punya pengalaman pada kondisi seperti ini langsung usul ini ada air mineral sebotol dipake aja untuk ngisi air radiator, ternyata hal itu adalah salah besar, karena untuk mengatasi kondisi itu harus air panas yang diisikan, agar sparepart tidak molor karena perbedaan suhu dan semakin membahayakan.

So, guys, ketika menghadapi hal seperti ini coba cari air panas, jika tidak membawa termos seperti kita yang kemana-kemana selalu bawa termos karena ada adik kecil yang masih minum susu pake dot. Coba tengok kanan kiri barangkali ada warung atau depot atau siapapun yang bisa dimintai tolong air panasnya atau beli juga OK,,,hehe,,,

Alhamdulillah kita waktu meski jauh dari warung de el el,,ada pabrik yang di jaga bapak satpam 2 orang biasalah pasti persediaan termos air panas untuk buat kopi dan teh sewaktu berjaga biar tidak mengantuk,,,dan dikasih gratis bahkan termos bekal sendiri yang tadi sudah habis diminta diisi lagi buat bekal perjalanan, semua hanya bisa mengucap terima-kasih kepada bapak satpam, semoga amal baiknya diterima Allah.

Lalu kita lanjut lagi otewe nya dan byebye pak satpam,,,trimakasih banyak ya,,,,

 

 

 

Belajar dari cerita sapu Aisya

Akhir-akhir ini tugas saya sebagai kuli kantor sekaligus working mom rasanya sangat menyita energi, memang sudah tugas reguler dari organize team, mengolah data, mengecek hasil kerjaan banyak staf …

Source: Belajar dari cerita sapu Aisya

Indahnya bermain saat masa kecil

Teringat kala saya masih kecil dahulu hidup di desa Sendang, suasana pas Ramadlan itu rasanya terasa beda sekali, kegiatan sekolahnya cuma sebentar, banyak di isi dengan bermain dengan teman sepermainan, entah itu main kemah-kemahan yang dibuat dari kain jarik atau sarung dipasang di tiang-tiang rumah dan diikatkan di tali atau kawat yang dihubungkan antara sekat rumah kayu. Hehe,,,lucu dan kreatif ya,,,abis itu ada yang berperan jadi anak, ibu dan bapaknya, singkatnya bersandiwara dan membuat drama sendiri. Ada aktivitas masaknya, namun masaknya kadang bohong-bohongan, secara kan semua ikut berpuasa meski kami waktu itu masih TK, kelas 1 sampai ada yang kelas 2. Asyik banget dramanya…

Terkadang di lain hari di isi dengan main pasaran ada yang berperan sebagai pedagang dan pembeli, di sini yang dituntut paling kreatif adalah si pedagang, karena harus membuat barang dagangan yang harus membuat replika makanan dan minuman aslinya dari bahan-bahan yang bisa ditemukan di sekitar rumah atau kebun. Ada yang jual semacam gorengan, kue-kue, rujak, es dawet dll. Seru dan sebenarnya mengandung nilai edukasi yang sangat bagus. Nilai kreatifitas, jiwa pengusaha / entrepreneur mulai diasah sejak kecil, jiwa seorang chef juga dilatih sejak dini dan sesi economic practice berlangsung secara kecil-kecilan. Yay,,,dan tentunya semua bisa enjoy dengan perannya masing-masing. Ada yang hanya suka belanja dan ada yang suka jualan terus-menerus. Maklum main pasaran itu bisa dilakukan hampir tiap hari pada siang hari dengan cara berpindah-pindah tempat, secara waktu itu banyak halaman luas dari lingkungan rumah sekitar yang bisa dijadikan area main pasaran. Hiks, sekarang rasanya sudah tidak ada tempat untuk itu, ada juga namun areanya sudah banyak berkurang karena dijadikan rumah.

Ada juga mainan bola bekel yang mungkin masih banyak yang mengenalnya ya,,ada mainan yang serupa yaitu yang kami biasa mainkan namanya “abak’an “, aturan dan cara mainnya sangat mudah kita harus buat garis kotak sebagai pembatas area main dengan batuan kecil-kecil seukuran biji salak dan ada satu batu yang agak besar atau dipilih sebagai maskot untuk yang dipakai melempar ke udara sembari tangan mengambil batuan yang sudah diurai dengan cara serupa melempar batu maskot ke udara dan mengurai kumpulan batu di dalam area garis kotak, jika ada batu yang terlempar keluar dari garis kotak, maka akan terkena dis dan diganti teman yang lain berkesempatan melakukan permainan. Pemenangnya adalah siapa yang berhasil mendapat jumlah batuan yang terbanyak selama permainan memungut batuan dengan melempar batu maskot ke udara. Permainan terbilang sangat mudah, murah, fleksibel dan menyenangkan, karena tidak mengeluarkan biaya sama sekali tinggal memungut batuan seukuran sama dan bisa spending time selama berpuasa dan tidak menguras tenaga. Beda lagi dengan permainan bak sodor dan lompat tali itu sangat menghabiskan tenaga dan bikin cepet haus, bisa-bisa lemas deh badannya.

Itu hanya secuil contoh mainan untuk anak-anak putri zaman saya dahulu sewaktu mengisi bulan Ramadlan. Kalau mainan anak lelaki yang paling banyak waktu itu ya main petasan dari bambu yang dibuat sendiri dari karbit dan minyak gas. Itu saja sudah heboh meramaikan suasana Ramadlan, memang berbahaya jika tidak dimainkan dengan hati-hati. Selain main petasan masih ada kok mainan untuk anak lelaki yaitu main ketapel atau tembak-tembakan dibuat semacam pistol dari bambu apus yang dirakit dan dibuat sendiri dengan biji peluru dari bunga Jambu air yang masih belum mekar, semua mainan tersebut itu juga sangat bergantung pada musim, karena pepohonan apa yang lagi berbunga dan bebuah yang bisa dipakai sebagai perlengkapan main.

Patut diacungi jempol, banyak jempol deh kalau mungkin, semua mainan zaman dahulu saya kecil hampir semua menuntut kreativitas karena selalu harus dibuat sendiri dan tidak ada yang beli, dengan memanfaatkan apa yang ada di sekitarnya. Jadi semua anak bisa memainkannya meskipun sedikit uang jajannya, karena tidak mengeluarkan rupiah sama sekali, ada memang yang harus dibeli itu pun tidak semua bagian harus dibeli.

Waktu memang tidak bisa diputar lagi, namun masih mungkin mainan tradisional untuk dihidupkan dan diperkenalkan ke anak-anak kita, entah itu dengan cara diceritakan bagaimana orang tuanya dahulu bermain atau diperkenalkan dalam sistem yang lebih formal yaitu lewat momen-momen di acara sekolah. Sebenarnya outbond yang saat ini sudah mulai kita kenal tidak lain banyak menyerap ide-ide mainan tradisional yang sudah disimulasikan dengan cara yang lebih modern yang memiliki orientasi edukasi positif.

Untuk anak-anaku, catatan ini untuk mengingatkan kita semua bahwa periode sebelum kita juga sudah modern dan maju dalam pemikiran yang sederhana nan bersahaja.Dan buat teman-saudara-keluarga kita muslim, Selamat menjalankan ibadah puasa Ramadlan. Semoga amal ibadah kita di terima. Amiinnn

 

 

Antara Ceremony dan Essensi

Alhamdulillah kita semua umat muslim memasuki hari pertama puasa di Bulan Ramadlan penuh berkah.

Sampai saat ini saya dan kebanyakan itu pasti masih suka heboh dengan pernak-pernik Ramadlan atau ritual yang sebenarnya bukan itu yang harus kita hebohkan, seperti masih suka bingung kira-kira nanti takjilnya apa yang seger dan enak, kira-kira nanti menunya apa yang enak ? Bukan apa yang apa yang sudah kita amalkan selama menjalani ibadah dalam bulan yang suci ini. Sudahkah kita juga bisa berpuasa dengan sebenar-benarnya puasa ?

Pertanyaan itu sulit untuk saya jawab sebenarnya dan malu untuk menjawabnya, karena jawabannya pasti belum pernah sampai saat ini pun meski usia sudah sulit dihitung dengan jari. Di kala kita sibuk dengan ritual sahur seakan-akan nanti siangnya kita akan melakukan banyak ibadah dan amalan bagus sehingga akan menguras energi dan harus di support dengan pemenuhan nutrisi saat sahur yang bergizi. Sehingga makan dengan sekenyang-kenyangnya yang berefek malas bangun lagi,,,ini jujur terjadi di saya untuk malas bangunnya (hehe,,,jadi malu sekali). Lalu essensi sahur itu apa jika membuat kita malas bangun pagi ? Gak usaha saya jawab,,,ini sudah malu banget,,,(kalo ada emoticon yang bisa saya insert pasti sudah saya pasang dech, ini tak cari di sini belum ketemu sampai saat ini, maklum belum paham banget dengan wordpress meski sudah punya akun lama), kalo teman-teman tahu, tolong di koment ya,,,biara saya dapat tambahan ilmu.

Siang hari yang biasa bekerja di tempat formal semacam kantor mungkin aktivitasnya tidak banyak berubah antara bulan bukan Ramadlan dan saat bulan Ramadlan, jam kerja seperti biasa dan itu adalah yang sebenarnya baik, karena puasa tidak harus menghalangi aktivitas dan kreativitas kita, justru selama menjalani puasa itu InsyaAllah kita bekerja akan semakin produktif dan banyak menemukan ide atau gagasan baru, ini memang untuk yang biasa kerja indoor, namun yang biasa bekerja outdoor pun saya pikir pasti juga akan lebih produktif, bagaimana tidak di saat siang terkena terik matahari kita pasti menemukan ide agar kita tidak kepanasan dan cepat kehausan, entah dengan mempercepat timing menyelesaikan suatu tugas tertentu atau mencari  tempat yang adem agar tidak terkena sengatan matahari secara langsung dan sebagainya. jadi benar kan pendapat saya kalau dengan puasa kita juga bisa bekerja secara lebih kreatif dan produktif.

Jadi tidak harus puasa itu menghalangi kreativitas kita kan teman-teman?

Memang Zaman sudah berbeda, ketika kita masih kecil dulu, jika selama bulan Ramadlan itu banyak waktu untuk bermain-main dengan teman, karena jam pelajaran di sekolah itu dikurangi , saat malam pun masih bareng dengan teman sepermainan janjian sholat tarawih,,,kadang kalau ngumpul dengan teman sepermainan itu malah ada lubang-lubangnya rokaat tarawih, alasan cape tidak ikut sholat dulu, nanti disambung ikut lagi, maklum namanya juga masih anak-anak. Ketika kita sudah bukan anak-anak lagi, apa kita mengulang lagi kebiasaan anak-anak itu? Jangan sampai kan…Apalagi kita yang sudah punya anak harusnya memberikan contoh yang bagus kegiatan apa yang sebaiknya dijalankan selama bulan puasa. Agar anak-anak kita juga mencontoh dan dengan suka rela ikut lebur mau menjalani apa-apa ibadah dan amalan yang bagus selama puasa. Sangat benar jika ibadah atau amalan baik itu tidak hanya kita jalani saat bulan Puasa, namun kembali lagi sebagai manusia biasa itu masih banyak salah dan lupa. Ya,,,setidaknya kita bisa menjadi dan berusaha baik untuk menjalankan semua tanpa merasa itu adalah suatu kewajiban semata namun dengan ikhlas bisa menjalaninya tanpa merasa terbebani.

Semoga saya dan kita semua bisa menempatkan antara keduanya…

Amiin

 

Pelajaran 3 Perkara (1)

Di hari Senin pagi seperti biasa di kantor, rutinitas reguler mengecek laporan PR sisa minggu sebelumnya, sambil menikmati online gadget dan melototi tumpukan kertas, terdengar suara dering telepon, dengan agak santai menjawab Ya Hallo,,,terdengar Bigbos menjawab ada tanda tangan nggak?,,,dengan siap menjawab ada Pak.

Menghadaplah dengan membawa tumpukan BG dan cek yang seharusnya sudah dilengkapi Plan anggaran operasional mingguan, namun terkendala admin cuti dan pengajuan belum masuk ke meja, akhirnya seadanya dahulu sembari lapor jika Anggaran belum tersusun karena belum masuk semua, sekejap saja BG dan cek sudah di sign. Sembari duduk menunggu ya tanya-tanya tentang sedikit laporan bla-bla-bla. Biasanya kalau ada waktu pasti bigbos akan menambah masukan – wawasan dll.

Dan,,,,kali ini mengena banget tentang prilaku ( catatan ini jika dibenang merahkan sama urusan nyambut gawe, karena wejangan diterima pas ngantor ) kita sehari-hari yang dapat merusak mentalitas pribadi yang bahkan harus ditulis tebal, pake underline dan diblok warna terang kali yee,,,

Jika kita sudah dikuasai oleh amarah dan emosi, maka akan terlepaslah kendali akal pikiran kita, bahaya nya ini bener-bener sudah diwanti-wanti oleh Baginda Kekasih Yang Mulia agar jangan sampai menguasai diri kita. Kalau teringat ya tidak hanya pernah bahkan sering hati kita dikuasai oleh amarah entah apa pun sebabnya. Menurut beliau itu bisa merusak rizqi atau bisnis yang sudah kita bangun sendiri bahkan katanya bisa bikin collaps / bangkrut / trust relation of business bisa hancur. Ngeri deh,,,jangan sampai lagi hal ini menguasai hati saya (maaf jika sering khilaf, semoga ke depan selalu bisa diingatkan kembali dengan catatan ini, amiinn).

Jika prasangka dan berpikir jelek tentang teman, sodara dan relasi telah menguasai alam pikiran kita, maka bersiaplah 2 tanda-tanda sudah menggelayut. Terasa banget ya jika semua apa yang terjadi dengan kita saat ini dan ke depan tak lepas dari hasil amaliah kita sendiri. Guyonane “tergantung amal dan perbuatan”, memang bener banget. Jadi tidak ada salahnya, meski sangat terlambat, saya sudah berjalan sejauh ini dengan kondisi seperti ini untuk mulai memperbaiki lagi niat, usaha, dll. Semoga selalu diingatkan kembali oleh Sang Kuasa jika sudah mulai lupa.

Jika nafsu keserakahan sudah bertahta, inilah 3 tanda akan hancurnya bangunan  hubungan, bisnis dll akan segera terbukti dan menyata. Maka Naudzubillah min dzalik, semoga saya dan teman-teman selalu dalam kuasa dan lindungan Tuhan. Tak bisa dipungkiri, jika kita sudah mencapai perjaanan dari titik A sampai ke titik A’, seakan-akan terpacu untuk mencapai titik A'” selanjutnya. Bolehlah kita tidak selalu puas dalam kebaikan tapi jika tidak puas dengan apa yang sudah kita peroleh yang dikenal sebagai rizqi itu, maka sebaliknya grafik klimaks pu bisa menjadi anti klimaks, maka jangan sampai terjadi pada saya dan teman-teman semua.

Petikan catatan ini ditulis terinspirasi dari wejangan bigbos yang saya anggap sebagai Guru dan orang tua dalam menjalani dan proses belajar hidup. sebagai pengingat jika esok saya lupa agar tersegarkan dan teringat lagi….

Eits,,,sorry ini bukan catatan serius cuma pas gaya bahasanya terasa sangat kaku dan garing karena keterbatasan saya saja….hehe,,,bersambung ya dengan tulisan-tulisan pengingat lagi,,,jika dapat wejangan lagi tentunya,,,,

 

 

 

 

ALARM MOBIL BERBUNYI TERUS part 1

Hari ini benar-benar menjadi hari yang penuh kejadian yang menguras tenaga dan pikiran. Ceritanya begini dari kemarin malam, remote mobil sudah agak error, kadang nyambung kadang tidak. Suara alarm juga tidak berhenti berbunyi tuit-tuit-tuit. Malu juga sama tetangga, bikin bising dan berisik. Jadi semakin bingung, sudah telp ke HRD tempat bekerja, tanya-tanya ini kira2 karena baterai sudah habis atau bagaimana cara menghentikan dan mematikan suara alarm. Jawaban yang saya dapat itu ada kotak yang bisa dibuka di bagian bawah dashboard, ada sekring dan harus dilepas, sudah dicari-cari dimana kira-kira kotak yang bisa dibuka, untuk mobil seperti dalam kasus saya ini kebetulan Xenia itu letaknya tidak sesuai petunjuk dan jawaban dari Bapak HRD tadi, wal hasil tetap bingung, memang sudah ditemukan kotak yang bisa dibuka tapi letaknya berbeda untuk Xenia dibagian kanan setir, sementara petunjuknya di bagian kiri setir.

Masih dalam kondisi bingung, panik. Seperti biasa sang suami itu sedikit tanya google, browsing, karena memang untuk permasalahan duniawi ya paling tidak tulisan, artikel yang bisa membantu, googling pun sudah di lakukan, ada beberapa artikel blog yang sepertinya membantu solusi atas permasalahan alarm yang berbunyi terus, isinya hampir sama langkah-langkahnya :

  1. Menekan tombol buka pintu
  2.  Masukkan kunci, putar ke AC dan putar ke DCC s/d 13 kali.

Kurang lebih seperti langkah-langkahnya, sudah dilakukan lebih dari 3 kali, kalau dihitung 13 x 3 total36 kali lebih, jujur saya sendiri merasa sangat janggal dan terbukti alarm tetap berbunyi terus. Waduh artikel blog apa ya? Isinya tidak akurat dan cenderung ngerjain orang banget, teman-teman ingat nggak? Bagi sebagian orang angka 13 sama artinya dengan sial, pas banget artinya kita berhasil dikerjain itu blog dengan artikelnya yang cenderung berbohong dan mengerjain orang, ya jail banget se. Sebagai blogger amatir seperti saya yang jarang-jarang ngisi dan membuat artikel karena kesibukan ketika tugas sebagai working mom dan IRT sudah memanggil untuk segera dipenuhi,,,ya hobby blogging pun pudar dan moodnya menulis dan mengetik uneg-uneg sangat mudah luntur menjadi BeTe juga dengan artikel yang menyesatkan. Sementara dia sudah dapat rating dengan kunjungan kita dan keuntungan komersial lainnya. Saya sendiri berharap blogger seperti itu tersadar dan bangkit dari ketidaksadarannya itu termasuk perbuatan penipuan dan pembohongan publik. hehehe,,,jadi berapi-api nih,,,maaf pemirsa sakit hati telah ditipu sama blogger semacam itu tidak bertanggung jawab. Kalau boleh sih itu saya katagorikan blogger hitam,,,,wkwkwkkk.

Akhirnya setelah hampir menyerah, big brother ku yang dari tadi wara-wiri keluar masuk rumah saya panggil minta bantuan untuk mencabut sekering atau soket yang semula kita semua masih coba-coba. Katanya sangat kuat nempel tuh sekering / soketnya, suami juga ikut mencoba juga menyerah, dan little brother juga sudah ikutan mencoba mencabut dengan harapan jemari yang lebih kecil lebih mudah menyelinap dibalik ruwetnya soket-soket yang berderet, dan hasilnya pun berhasil dicabut tapi suara alarm tetap tuit-tuit terus, kesimpulannya masih salah mencabut soket dan dibalikin dech itu soket ke tempat asalnya.

Saya dari tadi memang duduk diam hanya bisa minta tolong big brother untuk tanya ke tetangga yang kebetulan sudah jadi supir senior dari zaman saya di sekolah dasar dahulu, pasti pernah lah mengalami kejadian ini, dengan penuh harap sang suami masih terus berusaha browsing lagi, namun belum ketemu artikelnya.

Alhamdulillah bantuan datang, tetangga yang dimintai bantuan datang bersama big brother, sekilas dilihat dan dicari soketnya dan dicabutlah soket warna kuning 5A dan merah entah berapa A? Taraaaaa….bunyi musik alarm tuit-tuit sudah berhenti dan mobil di starter, setelah bilang matur thank you ke bapak tetangga tadi (nama asli : kang suliyono, kalau kita memanggilnya). Sepertinya mesra banget manggilnya, tapi itulah sapaan akrab di desaku.

Setelah berjibaku dengan mobil yang alarm bunyi terus tinggal berpikir ini kira-kira penyebabnya, Apakah benar disebabkan baterai habis? Sementara setelah ngantor sudah dibelikan sama OB ku yang baik hati dan penurut, indikator lampu remote sudah menyala lagi, tinggal menunggu pemasangan soket-soket yang telah dicabut tadi. Maklum yang dikasih tahu dan melihat itu cuma Sang suami.

Bersambung ya teman-teman,,,,semoga bisa share lengkap beserta foto-nya.

Matur suwun semuanya……

 

 

 

 

 

 

Hobby Si kecil #BedaAnakBedaPintar

IMG_20160327_093616.jpg

Disela waktu istirahat jam kantor, kebetulan buka dan baca artikel menarik untuk menambah wawasan saya sebagai mama muda, meski secara usia ya tidak muda-muda banget, tapi muda secara pengalaman iya tentunya,,,hehe…

Mendekati usia 2 tahun, si kecil Aisya jika diamati belum bisa diamati oleh Mama sendiri, bakat menonjolnya itu ke arah mana? Tidak harus bingung juga, artinya kita sekarang masih punya cukup waktu untuk lebih mempelajari dan mengarahkan ketertarikan nya dan kelebihan-kelebihan yang sehari-harinya dia tunjukin.

Apakah sikecil lebih mengarah :

Music Smart,

dari sekian aktivitas sehari-harinya, si kecil Aisya sangat tertarik jika ada musik diperdengarkan seperti ketika berkendara, tidak hanya musik atau lagu anak-anak yang ringan, bahkan sampai music western juga bisa di nikmatinya, buktinya dia bisa geleng-gelengkan kepala bukan tripping lho, tapi gelengan kepalanya mengikuti ritme irama dan pas banget dengan ketukan nadanya. Tak jarang jika posisi di rumah dia pasti ikut joget-joget sampai keringetan dan ketawa-ketawa, dia akan lebih bersemangat dan gembira jika kita orang tuanya ikut menikmati music yang sedang di setel, entah harus menganggukkan kepala atau gelengkan kepala atau melambaikan tangan sesuai irama lagu. Ini menjadi hiburan tersendiri bagi kami, apalagi ketika saya capek karena pekerjaan di kantor, malamnya melihat si kecil joget-joget pasti ikutan ketawa juga. Ya maaf para tetanggaku jika keluarga kami kadang heboh sendiri dengan suara music dan candaan dengan anak. Tidak bisa di rem kalau sudah happy…hehe

Self Smart,

jika bisa dimaknai dengan sebagai pembawaan, pertahanan diri, pemahaman diri akan keberadaan dirinya di dalam lingkungan sosialnya, inisiatif meniru aksi atau tindakan orang lain atau kontrol emosi. Si kecil ku tidak jauh beda dengan anak batita lainnya. Kemampuan memahami dengan meniru tindakan atau aksi teman sebayanya atau orang dewasa, si kecil adalah peniru cerdas yang tanpa kita remote atau kita minta terkadang akan melakukan sesuatu seperti apa yang ia lihat dengan panca inderanya. Seperti aksi joget ketika melihat video lagu anak, olah tubuh ketika melihat video senam, atau pun tiba-tiba memukulkan suatu benda ke tubuh orang untuk sekedar ingin mengetahui reaksi atau suara yang bisa ditimbulkan atau diakibatkan oleh tindakan memukulnya. Ini bisa menjadi salah satu tindakan yang harus diarahkan dengan baik agar si kecil tidak tersinggung sehingga malu dan menangis atau bahkan  ngambek diam dengan ekspresi kecewa atau marah. Hal ini sangat menguji kesabaran orang tua memang. Alhamdulillah, si kecil Aisya juga bisa menunjukkan aksi self smart berdasarkan pengalamannya kemarin ketika kakinya sakit karena menginjak benda tajam dan harus diperban dan tidak boleh terkena air, dia bisa memahami tindakan mama nya atau orang terdekatnya ketika memandikan harus mengangkat kakinya agar tidak terciprat air selama mandi, kakinya si kecil kami angkat dengan posisi mandi berbaring di pangkuan. Setelah kakinya sembuh dan kering dia masih berhati-hati dengan tidak berani menapakkan kakinya secara penuh ketika berada di tempat mandinya, hanya menapakkan bagian telapak kaki yang belakang saja (kebetulan lukanya bagian telapak kaki yang depan dekat jari-jarinya). Cara ini tanpa kita minta, sudah dilakukan sendiri sebagai bentuk pertahanan diri. Bahkan  beberapa jam setelah kakinya diperban, pasti dia merasa sakit dan tidak berani jalan, namun keberanian dirinya membuat kita yang dewasa kagum, si kecil berani jalan-jalan dan bangun sendiri dari posisi berbaringnya dengan jalan gaya sedikit pincang karena sebelah kakinya hanya menginjak lantai dengan telapak kaki bagian belakang saja.

Number Smart,

ini seperti ketika kita belajar berhitung dengan si kecil, menghafal angka dan belajar mengeluarkan suara angka, meskipun saat ini dalam usia yang belum 2 tahun baru bisa meniru bunyi atau melafalkan angka bagian belakang saja, namun antusiasme ketika membaca, menghafal atau menyanyikan angka, dia pasti akan ikut meniru bunyi penggalan kata yang belakang dengan senyum-senyum malu karena masih belum bisa menirukan secara sempurna.

Word Smart,

tak jauh beda dengan cara si kecil ketika menirukan bunyi angka, kemampuanya masih belum sempurna ketika menirukan bunyi atau lafal atau hanya bisa menyuarakan bagian satu dua suku kata terakhir. Ya ga papa lah,,,tidak boleh memaksakan sesuatu pada si kecil, semuanya harus mengikuti kemampuan dan tahap perkembangannya. Prinsipnya yang harus kita pegang, kita sebagai orang tuanya yang selalu berada di dekatnya jangan lelah dan bosan mengarahkan dan memberikan stimulus positif untuk tahap tumbuh kembangnya. Maklum saja anggota keluarga di rumah kami hanya bertiga untuk kesehariannya kecuali jika pulang kampung ke rumah mbahnya, pasti banyak temannya yang bisa diajak sebagai teman interaksi.

Nature Smart,

kemampuan yang satu ini bisa hampir dikatakan saudara sepupunya self smart, namanya saudara sepupu ya pasti ada kemiripan atau kesamaan nya dan bisa jadi banyak perbedaannya. Kemampuan alami ini seperti kemampuan makan dan minum, berjalan dan olah tubuh seperti menjaga keseimbangan tubuhnya ketika dalam posisi jongkok dan posisi ruku’ dalam ibadah seorang muslim. Si kecil aisya tanpa diajari bagaimana cara makan dengan sendok, dia sendiri sudah berinisiatif ingin makan sendiri dengan sendok meniru cara mama nya ketika menyuapi makan dengan sendok, bahkan sering dia ingin makan sendiri, memang ini sangat bagus, namun kadang kita sebagai orang tua sulit sabar jika melihatnya, karena dia ketika menyendok nasi atau pun kuah selalu terjatuh dan bahkan sendok nya kosong karena posisi sendok nya ketika diangkat itu miring, sehingga semya kami uanya jatuh-jatuh juga dan tidak ada makanan apa pun dalam sendok nya, sehingga kita tetap harus menyuapinya, meski pun dia memegang sendok sendiri sambil mainkan makanannya. Begitu pun ketika menyendok kudapan seperti es, kolak atau makanan yang cair lainnya, selalu tumpah lagi karena posisi sendok nya miring sebelum masuk melewati mulutnya. Ada yang patut disyukuri cara minumnya air putih sudah pintar, entah itu dengan sedotan atau lewat gelas langsung di teguk atau pun meneguk air dari botol langsung sudah mahir dengan sendirinya. Kemauan dan kemampuan meniru gerakan-gerakan dan posisi dalam sholat pun sudah lumayan, secara kita tidak pernah menyuruh ikut sholat berjama’ah, namun karena kita hanya bertiga dalam rumah, sehingga ketika sholat maghrib berjamaah mau tidak mau dia pasti mengikuti kemana orang tuanya berada sehingga meniru gerakan-gerakan sholat dan mengambil alas kaki (keset) sebagai sajadahnya itu pun dilakukan, setelah itu memberikan sajadah versi kecil yakni ukuran anak-anak, dengan senang hati dia akan mengambil sajadahnya ketika orang tuanya sholat tanpa diminta. Tentunya gerakan si kecil belum sempurna, ketika posisi berdiri bangkit dari ruku’ atau dari sujud dia bisa berjalan-jalan berputar mengelilingi orang tuanya sambil merangkul. Hal ini sudah kemampuan yang kami nilai positif banget.

Body Smart

kemampuan olah tubuh atau olah gerak ini sangat berkaitan dengan syaraf motorik kasar maupun motorik halus nya, untuk motorik halus nya si kecil Aisya sudah sangat lumayan bagus untuk anak se usianya, sudah mampu mengambil dengan posisi menjimpit dan lain-lain. Kemampuan motorik kasarnya sangat bagus sekali, sebagai anak perempuan dia sangat suka sekali memanjat dan bisa dikatakan lebih berani jika dibandingkan kakak sepupunya, berani memanjat dan tidak takut ketinggian. Suka meloncat-meloncat seperti posisi ketika di trampolin, berani meloncat dan membalikkan badan nya menjadi posisi berbaring dari posisi melompat sambil berdiri, namun ini tentunya bisa berbahaya jika tidak dalam pengawasan.

Picture Smart

Kemampuan yang berkaitan dengan gambar, untuk si kecil Aisya kami tidak mematok harus bisa menggambar secara 2 tahun belum saja belum, namun kemampuan mengingat gambar-gambar hewan, buah-buahan dia lumayan bagus, sudah bisa menghafal mana gajah meski pun model gambarnya berbeda masih bisa mengenali jika itu adalah gajah. Kami  bisa mengambil kesimpulan jika anak sering ditunjukkan nama hewan atau benda yang sama namun berbeda model atau posisinya, dia bisa mengenali meskipun modelnya baru sama sekali dan berbeda dengan sebelumnya, jadi harus sering-sering ditunjukkan nama benda yang dengan berbagai jenis atau bentuk posisi yang berbeda. Agar kemampuan mengenalinya semakin terasah.

Dan kuncinya harus selalu semangat dan ketika kita hilang kesabaran dan sedikit mengganggu perasaannya jangan malu untuk minta maaf pada anak, agar mood nya kembali baik dan selalu bersemangat belajar hal-hal baru dalam kehidupannya.

Selalu menjadi Happy Moms ya….biar anak kita menjadi Happy Kids….

 

Balanced sheet

Sudah beberapa bulan, bahkan hampir setahun ini, blog ku tersayang tidak tersapa, bukan karena malas atau tidak waktu, cuma karena lupa paswordnya,,,sepele namun bukan hal sepele. Hehehe…

Tak terasa pula perjalanan waktu selama ada anak kami Aisya sudah menginjak usia 10 bulan (jalan). Sebenarnya banyak yang bisa di post atau dibagi dalam blog, namun energi banyak tersita dengan hal dan pusaran pristiwa yang menyita fokus dan konsentrasi.

Menyimak judul diatas, terkesan seperti teori atau istilah dalam akuntansi, yup benar, akuntansi itu bukan sekedar ilmu untuk manajerial suatu pembukuan untuk mengontrol dan mengetahui posisi aktiva dan passiva sebuah modal kerja yang sedang diputar dalam arus bisnis tertentu. Namun hidup ini pun terkadang seperti bisnis antara kita manusia dengan manusia lainnya atau pun bisnis (sebenarnya tidak layak, mohon maaf hanya sekedar meminjam istilah biar mudah saja memahaminya), dengan pemilik hidup itu sendiri. Tuhan banyak memberikan kita manusia pilihan-pilihan yang bisa saja kita ambil semau kita, ataupun pilihan itu juga tidak perlu kita ambil semua jika kita mau dan biasa merasa sudah tercukupi.

Namun lebih dari sekedar itu, kebutuhan hidup manusia bisa terbagi menjadi 2 garis besar :

  1. Kebutuhan material
  2. Kebutuhan immaterial

Kebutuhan material bisa kita sebutkan jenisnya seperti kebutuhan primer, sekunder, dan tersier dan seterusnya, saya yakin semua sudah tahu, sudah pernah dipelajari sewaktu kita sekolah bukan ? Namun banyak dari kita sudah lupa mana yang termasuk kebutuhan primer, kebutuhan sekunder atau tersier. Sebenarnya pembagian jenis tersebut bukan karena dilebih-lebihkan oleh para pakarnya, namun untuk memudahkan skala prioritas mana yang harus dipenuhi terlebih dahulu, bukan saling mendahului seperti sewaktu kita berkendara di jalan raya saat kita diburu waktu masuk kerja, lalu saling menyalip kendaraan di depan kita. Sering sekali diantara kita lupa skala prioritas tersebut, sehingga lupa mengukur dan menakar kemampuan diri sendiri untuk bisa memenuhi prioritas-prioritas kebutuhan tersebut. Lupa jika kebutuhan tersier suah menjadi kebutuhan primer dan kebutuhan primer menjadi kebutuhan tersier. Jujur saja kita sering mendapati itu dalam lingkungan keseharian kita. Bisa jadi kita sendiri lupa juga…sekedar sebagai REMINDER,,,ayooo kita pelajari dan evaluasi lagi skala-skala prioritas dari jenis kebutuhan tersebut. Agar role hidup kita menjadi benar lagi jalannya. Bukan saling menyalip karena didorong oleh nafsu yang terpengaruh oleh lingkungan.

Oiya, selain kebutuhan material ada lagi kebutuhan yang sebenarnya jauh lebih penting yaitu kebutuhan yang bersifat non materi yang bisa kita rasakan oleh jasmani kita, yaitu dimensi lain yang justru penyusun dan menjadi kerangka dasar kita bisa hidup dan ada di dunia ini. Seringkali dan selalu kita lupa akan hal itu, bahwa kita selalu mendahulukan dan mengejar kebutuhan materi dan melalaikan kebutuhan immaterial. Padahal kebutuhan ini haruslah selalu kita penuhi setiap saat dan setiap waktu, dimana saja, kapan saja, dalam kondisi apapun. Sebenarnya kami juga sadar selalu sering lalai dalam memenuhi kebutuhan ini, tapi belum telat juga jika kita mulai saat ini, istilahnya dalam bahasa kerenya, kalau muncul pertanyaan pada akhir dan awal tahun, kita membuat perencanaan, perubahan-perubahan dan niat atau komitment untuk memperbaiki diri yang diistilahkan dengan kiasan, RESOLUSI.  Yupp,,harusnya kita mendahulukan ini untuk mengawal kebutuhan materi kita.

Harusnya resolusi yang keren tahun ini dan saat ini bagi penulis adalah komitmen dan nawaitu untuk memperbaiki dalam pemenuhan kebutuhan immaterial, harus lebih tepat waktu dan disiplin dalam apapun, namun itu sulitnya ampuuun dechh. Kalah dengan kebiasaan yang merugikan. Bismillah,,,tahun ini harus lebih baik, agar Balanced sheet itu sedikit-sedikit terpenuhi dan tak sekedar ilmu akuntansi saja yang neracanya harus sama, tapi neraca hidup kita juga harus seimbang..Semoga….

Amiiiinnn

 

7 GOLDEN RULE for TODDLERS

Sebenarnya sudah lama ingin mengisi dan membingkai beberapa aturan atau panduan buat diri sendiri bersama buah hati, bukan sebuah aturan yang bagaimana namun hanya berupa gambaran panduan jadwal yang harus dipenuhi dalam bentuk aktivitas-aktivitas harian ataupun mingguan yang harus setidaknya benar-benar bisa menjadi jadwal implemented. Tidak hanya dalam angan-angan atau harapan saja.

Tujuh aktivitas bersama dengan buah hati yang dalam implementasinya antara lain seperti berikut :

  1. Aktivitas merawat diri
  2. Aktivitas belajar
  3. Aktivitas bermain indoor
  4. Aktivitas bermain outdoor
  5. Aktivitas sosialisasi
  6. Aktivitas makan tepat waktu
  7. Aktivitas family time

Aktivitas yang pertama ini menurut mama adalah yang utama, bentuknya aktivitas fisik namun lebih dari itu adalah bermakna merawat dari seluruh kebersihan fisik seperti mandi, sikat gigi, cuci kaki, cuci tangan setelah beraktivitas apapun, maupun saat sebelum makan ataupun berdoa dalam hal ini sebagai muslim ya sebelum sholat harus bersuci dulu seperti wudlu. Merawat diri juga tidak hanya dalam aktivitas fisik namun merawat diri dan selalu menjaga kondisi jiwa, mental selalu dalam kondisi posistif, so aura negatif yang selalu berada di sekililing raga akan terfilter, tujuannya adalah positive life building yang terkondisikan dan terbentuk dari sedari kecil. Kebiasaan dan aktivitas ini mama ajarkan dari awal bangun tidur, aktivitas pertama adalah mandi, saat ini belum ada sikat gigi, secara giginya buah hati belum nongol sempurna masih 8 gigi (hihi….ada yang masih intip-intip). Seperti kondisi buah hati sekarang kaki ada perban yang tidak boleh terkena air, bukan berarti aktivitas mandi jadi stop karena toleransi usia masih kecil, namun kebiasaan menyeka dengan air hangat, plus sabun mandi dan bilas dengan air hangat yang baru serta washlap yang dicuci lagi ketika waktunya bilas terakhir.

Alhamdulillah aktivitas ini bisa terpenuhi selalu meski last minute ada kalanya bangun sedikit kesiangan dan mamanya ada jadwal ontime meeting.  Hasilnya sangat bisa dirasakan, buah hati tidak takut air, meski nangis sesaat pada awal aktivitas selanjutnya sudah bisa enjoy dan tertawa riang sambil bermain air. Aktivitas selanjutnya tentu saja berdandan,,,,berdandan buat batita ya disesuaikan dengan usianya, minimal diolesi minyak telon ke seluruh badan, diolesi cream diapers pada area tertentu saja, lotion untuk tangan-kaki biar terjaga kelembabannya dan terhindar dari gigitan nyamuk, namun aktivitas sering keduluan sama si nyamuk nakal, karena sering keduluan nyamuk menggigit ketika handuk dibuka dan proses oles-mengoles belum selesai dan berpakaian selesai…hmmm…dan yang terakhir setelah memakai bedak tentunya menyisir rambut dan merapikan dan diikat dengan karet,,,secara rambut buah hatiku bergelombang pantai,,,hihihiii.

Aktivitas kedua yaitu belajar, tetep sesuai track buat buah hati yang masih batita, learning for toddlers tidak harus ada jam tertentu, menyesuaikan mood dengan baby, ketika dia dalam rumah dan posisi mengarah ke area learningwall, langsung saja kita ortunya mesti tanggap, seperti saat jari-jemari kecilnya nunjukin gambar apa, langsung kita harus cuap-cuap nyebutin gambar apa yang sedang dimaksud, entah itu nunjuk gambar binatang, gambar huruf abjad, angka de el el. Namun jangan salah presepsi pula ketika sikecil ingin belajar dengar music ya harus sigap menyanyi ataupun menari jingkrak-jingkrak, terkadang menonton senam-pun mamanya harus ikut gerakan senam, karena kita seakan diajak berbaris untuk senam, adik berdiri didepan, mamanya di belakang mengikuti gerakan di video…hehe,,,ya lucu, sekaligus menakjubkan bukan, artinya sikecil sudah paham arti baris-berbaris dan disiplin. Kalau mamanya sudah cape pun, sikecil kadang masih antusias belajar menggerakan badannya untuk melatih motorik halus dan kasarnya, ya,,,harus gantian dengan ayahnya untuk ikut bergerak. Anggap aja berolahraga dengan sikecil.

Aktivitas yang ketiga, sekilas aktivitas ini bisa menyerupai aktivitas belajar fisik, namun arahnya banyak ke “fungame:-nya atau rileksasi, seperti bermain boneka, naik sepeda dalam ruangan, menekan tombol musik yang ada dalam mainan laptopnya, menonton video animasi anak-anak yang mendidik untuk mengenalkan hal-hal di sekitar kita, menonton video lagu anak-anak dan lain-lain, aktivitas ini biasanya sebagai ortu agak bisa santai tidak harus diawasi 100 %, bisa sambil melakukan aktivitas ringan di rumah seperti menyapu dan melipat baju kering cuci. Aktivitas manfaatnya sangat bagus untuk melatih kemandirian sikecil, karena tidak harus melakukan aktivitas total yang dipandu ortu namun selalu dalam pengawasan. Disamping itu manfaat lainnya dapat melatih daya imaginasi, mengasah kreativitas otak, serta melatih motorik halusnya.

Untuk aktivitas yang keempat yang berada outdoor activities, jadwalnya tidak harus tiap hari selalu terlaksana harus jam sekian sampai jam sekian, semuanya menyesuaikan kondisi ortu sebagai pengawas dan kondisi di depan rumah banyak teman-teman kecilnya ataukah kondisi sepi. Jika kondisi sangat ramai itu sangat bagus untuk pembelajaran bersosialisasi dengan teman sebayanya maupun dengan orang yang lebih besar usianya, karena bermanfaat untuk melatih keberanian tampil dan berinterkasi dengan lingkungan sosial, agar sikecil tumbuh dan dan berkembang menjadi sosok yang berani tampil di depan umum atau khalayak ramai. Selain itu outdoor activities akan melatih dan memberikan sarana edukasi, entertaint, interaksi atau sosialisasi. Jangan lupa moms, ketika sikecil diluar selalu pastikan ada yang mengawasi meskipun tidak harus diikuti kemanapun langkah kakinya berjalan, namun selalu dalam pengawasan dan jangkauan pandangan mata. Moment yang sering bagus itu adalah sore hari setelah jam kantor, sikecil sudah mandi dan dandan cantik, jadi bisa santai dan main-main berputar di jalan depan rumah, teman kecilnya juga banyak yang keluar sambil disuapi makan malam.

Aktivitas yang kelima jika dilihat sekilas memang beda tipis dengan aktivitas outdoor, namun ada perbedaannya, aktivitas ini lebih mengarah ke acara informal, seperti ikut mama acara Yasinan, Arisan Ibu PKK di lingkungan RT, menghadiri undangan warga RT atau undangan resepsi dll. Kebersamaan sikecil dengan mama untuk aktivitas ini sangat bagus pengaruhnya ke perkembangan mental sikecil agar tahu bagaimana bersikap ketika bertemu dengan banyak orang dengan berbagai usia, bisa bertemu sesama teman kecilnya maupun para orang tua yang lain. Bagaimana harus bersikap jika meminta sesuatu agar minta sesuatu makanan atau, minuman tanpa harus menangis atau merengek terlebih dahulu. Alhamdulillah dengan rutin dan sering aktivitas ini, sikecil juga bersikap manis ketika acara berlangsung, dengan duduk diam atau sambil nyemil, yang penting tidak ribut atau menangis. Apalagi ketika acara Yasinan itu semua Ibu-Ibu membaca kalimah toyyibah yang bagus untuk perkembangan otak dan spiritual sikecil, dibiasakan dengan komunikasi irrasional yang positif.

Aktivitas yang keenam ini pastinya tidak hanya sikecil yang harus melakukannya teat waktu darihari ke hari, namun kita yang sudah dewasa juga harus untuk kebaikan kesehatan kita sendiri. Sesuai pengalaman kami, sikecil itu jam makannya sudah lebih terjadwal, antara lain :

  • Makan pagi : pukul 06.00 – 00.80, jika melewati jam-jam tersebuta maka bisa dipastikan akan dulit sekali bisa memasukkan makanan ke mulutnya, meskipun kami mengetahui sikecil lapar, tapi sudah ada rasa kecewa dari sikecil, makanya dia akan ngambek dan aksi tutuk dan kunci mulut rapat-rapat jika disuapi, sebagai gantinya dia akan lebih suka minum susu banyak sekali. Kecuali dia bisa dibujuk untuk makan dengan diajak jalan-jalan atau dihibu dengan sesuatu yang menarik.
  • Makan siang : pukul 12.00 – 13.00, jika melewati jam tersebut aksinya akan sama yaitu tutup mulut dan memilih bermain dan hanya minum susu atau makan jajanan yang berat dalam artian mengenyangkan.
  • Makan malam: pukul 17.30 – 18.30, jika melewati jam tersebut pastinya tetap dengan aksi sama, tutup mulut. Namun alhamdulillah sikecil jarang seperti itu, masih mau makan asalkan menunya tidak monoton, namu anehnya ketika dia bosan dengan menu yang sama, ketika melihat kedua orang-tuanya makan, pastinya dia minta disuapi, jadi jadwal makan malam bersama itu jadi suatu kebiasaan dalam keluarga kami, meskipun tidak di ruang makan khusus, bisa sambil nonton TV dan makan di ruang tamu yang biasa jadi ruang keluarga bahkan ruang makan, maklumlah tipe rumah kecil. Hehe,,,namun alhamdulillah masih punya rumah sendiri bukan kontrakan ataupun nebeng ortu.

Aktivitas family time ini kami artikan sendiri sebagai aktivitas menghabiskan waktu bersama dengan acara santai menghibur, seperti sekedar jalan-jalan di lingkungan perumahan dengan bersepeda motor bertiga menikmati keindahan dan keramaian Swan Lake, menikmati ramainya pasar di perumahan ketika minggu pagi atau hari libur lainnya. Ataupun aktivitas jalan-jalan jauh tentunya berkendara yang sudah diplanning khusus, namun aktivitas ini tentunya tida bisa dilakukan setiap bulan bukan? Secara budget harus banyak dan acara keluarga lainnya itu selalu saja ada. So, intinya membuat dan memaknai semua aktivitas sehari-hari itu harus ada dengan tujuan edukasi buat sikecil. Serta mempererat hubungan anak-orang tua juga selalu berkembang seiring dengan bertambahnya usia sikecil.

 

 

 

« Older entries